Biji Sesawi dari Kampung Sawah
Catatan 25 Tahun Perjalanan Imamat Romo A. Yus Noron, Pr

DOWNLOAD

Full eBook [19.2 MB]


Cover - Kata Pengantar [1.38 MB]
Ucapan Terima Kasih [51.8 KB]
Prakata [374 KB]
Prolog [256 KB]
Bab 1. Biji Sesawi dari Kampung Betawi [806 KB]
Bab 2. Menjemput Panggilan ke Mertoyudan [1.19 MB]
Bab 3. Frater yang Pernah Ingin Angkat Koper [2.37 MB]
Bab 4. Jejak Langkah Anak Kampung Sawah [1.51 MB]
Bab 5. Rekam Jejak di Pesta Perak [842 KB]
Epilog [182 KB]
Galeri Foto - Riwayat Hidup - Cover [11.1 MB]

 

" Tuhan... Engkau tahu
bahwa aku mengasihi Engkau."
[ Yoh . 2 1 : 17 c ]

Secara umum “Sesawi" menunjuk kepada tumbuhan Sesawi hitam (Black mustard) dengan nama ilmiah Brassica nigra (L.) WDJ. Koch. Sesawi dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 3 meter walaupun asalnya dari
biji yang sangat kecil berbentuk bulat dengan diameter hanya sekitar 1 mm bahkan kurang. Batangnya kuat,
akarnya teguh, kanopinya rimbun.

Sesawi hitam mudah tumbuh di sembarang tempat. Ada literatur yang menuliskan bahwa kalau biji sesawi sudah ditaburkan, sangat sulit menemukan tanah yang tidak ditumbuhinya karena ketika jatuh ke tanah biji itu akan segera tumbuh. Dalam tradisi Kristen, biji sesawi hitam inilah yang diperkirakan dimaksud dalam "Perumpamaan Biji Sesawi" yang disampaikan oleh Yesus di dalam Injil.

Benang merah yang hendak kami jahit pada buku ini lebih pada bagaimana iman yang sebesar biji sesawi itu—bila Allah berkehendak—maka ia akan tumbuh dengan menakjubkan. Sosok Romo Yus hanyalah menjadi sebuah contoh, bagaimana tak mudahnya merawat panggilan yang datang menghampirinya.